KEUTAMAAN SHALAT DHUHA
a. Orang
yang shalat dhuha pada waktu permulaan siang akan dicukupkan kebutuhanya oleh
Allah pada sore harinya. Dari Nuwas bin Sam’in ra. Bahwa Nabi Muhammad saw bersabda :
“Allah ‘azza
wajjala berfirman : “Wahai anak Adam jangan sekali-kali engkau malas
mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (yaitu shalat dhuha),
niscaya akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR. Hakim dan
Thabrani)
b.
Mengamalkan
shalat dhuha dengan langgeng akan diampuni dosanya oleh Allah swt. Dari Abu
Hurairah ra. Nabi Muhammad saw bersabda :
“Rasulullah saw bersabda : “barang siapa yang dapat
mengamalkan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah swt,
sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (Sunan Turmidzi)
c. Shalat
dhuha akan mendatangkan rizki dan menolak kefakiran. Diterangkan dalam kitab
An-Nuraini Fiisylahid daraani, Rasulullah saw. Bersabda
:
“Shalat dhuha itu mendatangkan rizki dan menolak
kefakiran, dan tidak ada yang akan memelihara shalat dhuha, kecualai orang-orang
yang bertaubat”
Shalat
merupakan ibadah yang utama. Berulang kali dibahas dan menyerukan dengan dasar
kitab Allah swt yang Agung. Masalah keutamaanya ada sebagian tambahan
penjelasan, sabda Nabi saw.
Tiada
seorang hamba yang dianugerahi pemberian yang lebih baik dari pada diberi izin
untuk shalat dua rakaat. Kata Muhammad ibnu Sirin ra, : andaikan aku disuruh
untuk memilih shalat dua rakaat dengan syurga, pasti aku memilih untuk shalat,
karena dalam shalat dua rakaat terdapat ridha Allah Ta’ala. Dan dalam surga
terdapat Ridha-Ku kata Allah Ta’ala.